Selasa, 12 November 2013

Merti Desa



Tradisi merti dusun yang digelar oleh warga di Dusun Payak, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul dijadikan momentum untuk membangun kebersamaan dan silaturahmi. Karena dalam acara tahunan tersebut banyaj nilai kebersamaan yang sesuai diterapkan dalam masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut dikirab 2 gunungan serta belasan jodang berisi 'jajanan' pasar mewarnau kirab yang melibatkan 14 RT.

Senin, 28 Oktober 2013

Miss you, friends



Dulu aku sekolah di SMPN 1 Piyungan. nama lainnya adalah SPEZIPY dan PISAYOTA . Awal masuk sana itu pake TES, haha jadi gak pake nem, eh pake ding tapi pas udah nilainya nemnya keluar. So Kesimpulan dari premi tersebut adalah tes itu sebelum nilai UN keluar *eh malah mblasuk ke MTK* hahaha oke come back to this posting (alay). letak sekolahnya emang bukan di kota, tapi jangan salah , mutu nya itu bagus bahkan bisa dibilang gak kalah lah sama skolah yang di kota. Gurunya juga ramah-ramah kok. aku juga seneng bisa sekolah disana, banyak kenangan yang terjadi mulai seneng sedih campur aduklah rasanya kayak permen nano-nano *eh. Smp ku juga identik dengan bang Regar, beliau adalah penjaga sekolah ku juga sekaligus pemilik salah satu kantin di smpku. yang bikin inget sama beliau adalah suara kunci yang beliau bunyikan ketika akan mengunci kelas, seketika aku dan teman-temanku buru-buru keluar kelas dan berteriak "bang regar, bang regar". hahaahah LOL :D.  Oiya , aku selama skolah disana masuk kelas 7B, 8B dan 9B hehe intinya sih aku anak kelas B. Dan kelas ku punya slogan atau apa ya, duh lupa namanya . Gini nih bunyi nya "B pake sepatu" artinya "kelas B paling keren se Piyungan Satu".

Dan Ini adalah SMP ku tercinta

Minggu, 07 Juli 2013

Resensi


Judul buku   :  Emang Islam nggak Gaul ?
Penulis         :  Munif Tauchid
Penerbit      :  Grafindo Litera Media
Editor          :  Elissiti Julaihah
Tahun          : 2006
Kota terbit  : Yogyakarta
Tebal buku : 136 halaman





Buku ini dirancang sebagai penyeimbang dalam memandang persoalan remaja  yang  sangat komplek. Realitas persoalan yang dihadapi masyarakat khususnya remaja, tidak sekedar berkategori hitam putih saja. Arus globalosasi yang telah berkembang telah memunculkan persoalan seperti merayakan hari valentine , berdisko atau berdugem dan pacaran.