Judul buku : Emang Islam nggak Gaul ?
Penulis : Munif Tauchid
Penerbit : Grafindo Litera Media
Editor : Elissiti
Julaihah
Tahun : 2006
Kota terbit : Yogyakarta
Tebal buku : 136 halaman
Buku ini dirancang sebagai penyeimbang
dalam memandang persoalan remaja
yang sangat komplek. Realitas
persoalan yang dihadapi masyarakat khususnya remaja, tidak sekedar berkategori
hitam putih saja. Arus globalosasi yang telah berkembang telah memunculkan
persoalan seperti merayakan hari valentine , berdisko atau berdugem dan
pacaran.
Persoalan remaja pada pacaran
muncul ketika seseorang tidak dapat mengendalikan nafsunya. Padahal nafsu itu
tidak ada habisnya ibarat air laut” makin diminum ,makin terasa haus”. Dan itu
akan membuat kita terjebak pada
lingkaran setan.
Pacaran Secara sederhana, dalam ilmu Psikologi
merupakan perilaku ekspresi seseorang yang tertarik pada lawan jenisnya.
Sementara menurut Psikologi islam, apakah ketertarikan seseorang dengan lawan
jenisnya harus diekspresikan dengan pacaran?. Jawabannya tentu tidak harus.
Masih ada cara lain yang justru lebih efektif ketika orang mau memanage
cintanya menjadi cinta yang suci dan sempurna.
Dan walaupun dugem berkaitan dengan dunia malam
yang pergi ke café , dan diskotik untuk menyalurkan hobi clubbing . clubbing di
café sebenarnya tidak dilarang asalkan aktifitas yang dilakukan tidak melanggar
aturan agama dan sekedar untuk bersantai. Kita Juga bisa pergi ke café yang islami dan terdapat
suguhan musik islami,pop atau rock. Jadi, intinya kita tidak perlu alergi
mendengar kata-kata dugem,clubbing,café dan sejenisnya. Boleh kita gaul asal tetap memegang aturan agama.
Buku ini menuntun kita bergaul menurut
pandangan islam. Islam gaul bukan berarti islam yang
serba memperbolehkan , tetapi mencoba memberi alasan secara rasional dan komprehensif
terhadap suatu permasalahan . Selama ini
kita sering terkotak-kotak dan terkesan emosinal dalam memberiakan justifikasi
terhadap suatu persoalan. Kita
seharusnya membuka diri atas apa yang sebenarnya terjadi dan bisa menjalankan
konstitusi islam yang mempunyai visi dan
misi yang jelas, yaitu menjadikan umat islam selamat dunia akhirat.
Keunggulan buku ini begitu praktis, covernya menarik sehinnga membuat
orang tertarik untuk membacanya, bahasanya enak, kata-kata mutiara seperti : “
Dengan seni hidup jadi lebih indah, dengan ilmu hidup jaadi lebih mudah, dan
dengan agama hidup jadi lebih bermanfaat.tema-temanya cukup bagus, ringan, dan
aktual.
Buku ini masih semi ilmiah. Kajiannya masih
terfokus pada tujuannya, sementara kajian yang bersifat realita masih
kurang. Jadi terkesan cenderung banyak menampilkan contoh-contoh saja. Lalu tidak adanya ilustrasi gambar pendukung isi,
kadang bahasanya susah dimengerti dan tidak adanya penjelasan.
Maka disimpulkan bahwa buku ini menjelaskan dalam kondisi, profesi dan
zaman apapun, ajaran islam tetap bisa diterapkan.
Harapannya buku ini bisa menjadi panduan
remaja dalam bergaul tanpa merusak moral atau aturan agama.

