Selasa, 26 Juni 2012

Resensi


Judul buku   :  Emang Islam nggak Gaul ?
Penulis         :  Munif Tauchid
Penerbit      :  Grafindo Litera Media
Editor          :  Elissiti Julaihah
Tahun          : 2006
Kota terbit  : Yogyakarta
Tebal buku : 136 halaman




Buku ini dirancang sebagai penyeimbang dalam memandang persoalan remaja  yang  sangat komplek. Realitas persoalan yang dihadapi masyarakat khususnya remaja, tidak sekedar berkategori hitam putih saja. Arus globalosasi yang telah berkembang telah memunculkan persoalan seperti merayakan hari valentine , berdisko atau berdugem dan pacaran.
                 Persoalan remaja pada pacaran muncul ketika seseorang tidak dapat mengendalikan nafsunya. Padahal nafsu itu tidak ada habisnya ibarat air laut” makin diminum ,makin terasa haus”. Dan itu akan membuat kita terjebak pada  lingkaran setan.
 Pacaran Secara sederhana, dalam ilmu Psikologi merupakan perilaku ekspresi seseorang yang tertarik pada lawan jenisnya. Sementara menurut Psikologi islam, apakah ketertarikan seseorang dengan lawan jenisnya harus diekspresikan dengan pacaran?. Jawabannya tentu tidak harus. Masih ada cara lain yang justru lebih efektif ketika orang mau memanage cintanya menjadi cinta yang suci dan sempurna.
              Dan  walaupun dugem berkaitan dengan dunia malam yang pergi ke café , dan diskotik untuk menyalurkan hobi clubbing . clubbing di café sebenarnya tidak dilarang asalkan aktifitas yang dilakukan tidak melanggar aturan agama dan sekedar untuk bersantai.  Kita Juga  bisa pergi ke café yang islami dan terdapat suguhan musik islami,pop atau rock. Jadi, intinya kita tidak perlu alergi mendengar kata-kata dugem,clubbing,café dan sejenisnya. Boleh kita  gaul asal tetap memegang aturan agama.
            Buku ini menuntun kita bergaul menurut pandangan  islam. Islam gaul bukan berarti islam yang serba memperbolehkan , tetapi mencoba memberi  alasan secara rasional dan komprehensif terhadap suatu permasalahan . Selama  ini kita sering terkotak-kotak dan terkesan emosinal dalam memberiakan justifikasi terhadap suatu persoalan.  Kita seharusnya membuka diri atas apa yang sebenarnya terjadi dan bisa menjalankan konstitusi islam yang  mempunyai visi dan misi yang jelas, yaitu menjadikan umat islam selamat dunia akhirat.
        Keunggulan buku ini begitu praktis, covernya menarik sehinnga membuat orang tertarik untuk membacanya, bahasanya enak, kata-kata mutiara seperti : “ Dengan seni hidup jadi lebih indah, dengan ilmu hidup jaadi lebih mudah, dan dengan agama hidup jadi lebih bermanfaat.tema-temanya cukup bagus, ringan, dan aktual.
            Buku ini masih semi ilmiah. Kajiannya masih terfokus pada tujuannya, sementara kajian yang bersifat realita masih kurang.  Jadi terkesan cenderung banyak  menampilkan contoh-contoh saja. Lalu  tidak adanya ilustrasi gambar pendukung isi, kadang bahasanya susah dimengerti dan tidak adanya penjelasan.
     Maka disimpulkan bahwa buku ini menjelaskan dalam kondisi, profesi dan zaman apapun, ajaran islam tetap bisa diterapkan.
Harapannya buku ini bisa menjadi panduan remaja dalam bergaul tanpa merusak moral atau aturan agama.


0 komentar:

Posting Komentar